Blogroll

Senarai Tajuk

Agama (500) Al-Quran (24) Amazing (284) Anak (50) Bahaya (59) Berita Dunia (1) Biskut Raya (68) Contest (1) Crazy (125) Doa (14) Download (74) E-Book (4) Fotografi (4) Garage Sale (3) Hiburan (316) Hidayah (26) Hot's (178) Ibadah (26) Info (660) Jahitan (7) Jawatan Kosong (2) Jimak (2) K-Pop (30) Kenderaan (148) Kesihatan (167) Kisah Benar (19) Kisah Sufi (47) Kitab (9) Lawak (93) Misteri (44) Most (67) Movie (85) Nabi Muhammad S.A.W (54) Ngeri (174) Novel (10) Pelancongan (2) Pelik (131) Pendidikan (405) Peraduan (1) Personal (165) Pertahanan (9) Rawatan Islam (6) Renungan (115) Resepi (357) Scarf / Shawl (8) Sejarah (38) Semasa (283) Sempoi (297) SEO (4) Seram (35) Sukan (222) Syiah (4) Teknologi (368) Tips (77) Top (10) Tudung (14) Tutorial (96) Ulama (54) Ustaz Azhar (35) Video (7) WallPaper (1) Yahudi (29)

Promosi Terbaru!!! Sila Klik Dibawah!!!

Monday, February 16, 2015

Kisah Sufi : Hati Emas Si Abu Said Abul Khai


Suatu ketika, seorang Arab datang ingin berguru kepada Abu Said Abul Khair, seorang tokoh sufi yang terkenal karena karamahnya dan gemar mengajar tasawuf di pengajian-pengajian. Rumah guru sufi itu terletak di tengah-tengah padang pasir. 

Ketika orang itu tiba, Abul Khair sedang memimpin majlis simaan (acara mendengarkan orang membaca doa, -red.) di tengah para pengikutnya. Waktu itu Abul Khair membaca Al-Fatihah. Ia tiba pada ayat: ghairil maghdubi alaihim, wa laz zalim. Orang Arab itu berfikir, '?Bagaimana mungkin aku boleh berguru kepadanya. Baca Al-Quran saja, ia tidak boleh. Orang itu mengurungkan niatnya untuk belajar kepada Abul Khair. 

Begitu orang itu keluar, ia dihadang oleh seekor singa padang pasir yang buas. Ia mundur tetapi di belakangnya ada seekor singa lain yang menghalanginya. Lelaki Arab itu menjerit keras karena ketakutan. Mendengar teriakannya, Abul Khair turun keluar meninggalkan majlisnya. Ia menatap kedua ekor singa itu dan menegur mereka, Bukankah sudah kubilang jangan ganggu para tamuku!? Kedua singa itu lalu bersimpuh di hadapan Abul Khair. 

Sang sufi lalu mengelus telinga keduanya dan menyuruhnya pergi. Lelaki Arab itu kehairanan, Bagaimana Anda dapat menaklukkan singa-singa yang begitu liar? Abul Khair menjawab, Aku sibuk memperhatikan urusan hatiku. Untuk kesibukanku memperhatikan hati ini, Tuhan menaklukkan seluruh alam semesta kepadaku. Sedangkan kamu sibuk memperhatikan hal-hal lahiriah, karena itu kamu takut kepada seluruh alam semesta.

0 comments:

Post a Comment

Assalamualaikum & Salam Sejahtera! Terima kasih atas kunjungan..Semoga ada manfaat bersama..Amin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadual Kuliah Ustaz Azhar Idrus 2016

Jadual Kuliah Ustaz Azhar Idrus 2016

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More