Blogroll

Senarai Tajuk

Agama (500) Al-Quran (24) Amazing (284) Anak (50) Bahaya (59) Berita Dunia (1) Biskut Raya (68) Contest (1) Crazy (125) Doa (14) Download (74) E-Book (4) Fotografi (4) Garage Sale (3) Hiburan (316) Hidayah (26) Hot's (178) Ibadah (26) Info (660) Jahitan (7) Jawatan Kosong (2) Jimak (2) K-Pop (30) Kenderaan (148) Kesihatan (167) Kisah Benar (19) Kisah Sufi (47) Kitab (9) Lawak (93) Misteri (44) Most (67) Movie (85) Nabi Muhammad S.A.W (54) Ngeri (174) Novel (10) Pelancongan (2) Pelik (131) Pendidikan (405) Peraduan (1) Personal (165) Pertahanan (9) Rawatan Islam (6) Renungan (115) Resepi (357) Scarf / Shawl (8) Sejarah (38) Semasa (283) Sempoi (297) SEO (4) Seram (35) Sukan (222) Syiah (4) Teknologi (368) Tips (77) Top (10) Tudung (14) Tutorial (96) Ulama (54) Ustaz Azhar (35) Video (7) WallPaper (1) Yahudi (29)

Promosi Terbaru!!! Sila Klik Dibawah!!!

Monday, October 27, 2014

AWAS! 5 Faktor Perosak 'Hati'



Assalamualaikum..

Setiap detik
dan
saat yang kita lalui,
banyak yang kita lakukan.
Terkadang tanpa kita sedari..
ada perkara-perkara yang kita lakukan itu
akan memberi kesan
kepada hati kita
sama ada kita sedari
ataupun
tidak.

Jadi di ruangan ni ana akan bicarakan tentang 5 perosak hati... 

Hati adalah pengendali.
Jika ia baik, baik pula perbuatannya.
Jika ia rosak, rosak pula perbuatannya.
Maka
menjaga hati dari kerosakan adalah wajib.

Tentang perosak hati, 
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah

menyebutkan ada lima perkara..

1) bergaul dengan banyak kalangan (baik dan buruk)
2) angan-angan kosong
3) bergantung kepada selain Allah
4) kekenyangan
5) banyak tidur


Bergaul dengan banyak kalangan??
Pergaulan adalah perlu,
tapi tidak asal bergaul
dan banyak teman.
Pergaulan yang salah akan menimbulkan masalah.
Teman-teman yang buruk
lambat laun akan
menghitamkan hati,
melemahkan
dan
menghilangkan rasa nurani,
akan membuat
yang bersangkutan larut
dalam memenuhi berbagai keinginan mereka yang negatif.

Dalam kehidupan,
kita sering menyaksikan
orang yang hancur hidup
dan
kehidupannya
gara-gara pergaulan.
Biasanya out put semacam ini,
kerana motivasi bergaulnya untuk dunia.
Dan memang,
kehancuran manusia
lebih banyak disebabkan
oleh sesama manusia.

Sebab itu,
kelak di akhirat,
banyak yang menyesal
kerana salah pergaulan.

Allah berfirman:

"Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai (dulu) kiranya aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur'an ketika Al-Qur'an itu telah datang kepadaku." (Al-Furqan: 27-29)

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (Az-Zukhruf: 67)

"Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini, kemudian di hari Kiamat sebagian kamu mengingkari sebagian (yang lain) dan sebagian kamu melaknati sebagian (yang lain), dan tempat kembalimu adalah Neraka, dan sekali-kali tidak ada bagimu para penolong." (Al-Ankabut: 25)

Inilah pergaulan yang didasari
oleh kesamaan tujuan duniawi.
Mereka saling mencintai
dan
saling membantu
jika ada hasil duniawi yang diingini.

Jika telah lenyap kepentingan tersebut,
maka pertemanan itu
akan melahirkan duka
dan
penyesalan,
cinta berubah
menjadi saling membenci
dan
melaknat.

Sebab itu,
dalam bergaul,
berteman
dan
berkumpul
hendaknya ukuran yang dipakai adalah kebaikan.

Lebih tinggi lagi tingkatannya jika
motivasi pertemanan itu untuk mendapatkan
kecintaan dan redha Allah.


Larut dalam angan-angan kosong??
Angan-angan kosong adalah lautan tak bertepi.
Ia adalah lautan tempat berlayarnya orang-orang bangkrut.
Bahkan dikatakan,
angan-angan
adalah modal orang-orang bangkrut.
Ombak angan-angan terus mengombang-ambingkannya,
khayalan-khayalan dusta
senantiasa mempermainkannya.

Laksana anjing yang sedang mempermainkan bangkai.

Angan-angan kosong
adalah kebiasaan orang yang berjiwa kerdil dan rendah.
Masing-masing sesuai dengan yang diangankannya.
Ada yang mengangan-kan menjadi raja atau ratu,
ada yang ingin keliling dunia,
ada yang ingin mendapatkan harta kekayaan melimpah,
atau isteri yang cantik jelita.

Tapi itu hanya angan-angan belaka.
Adapun
orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia,
maka cita-citanya adalah seputar ilmu,
iman
dan
amal shalih
yang mendekatkan dirinya kepada Allah.
Dan ini adalah cita-cita terpuji.
Adapun angan-angan kosong ia adalah tipu daya belaka.
Nabi memuji orang yang bercita-cita terhadap kebaikan.


Bergantung kepada selain Allah??
Ini adalah faktor terbesar perusak hati.
Tidak ada sesuatu yang lebih berbahaya
dari bertawakkal
dan
bergantung kepada selain Allah.
Jika seseorang bertawakkal kepada selain Allah
dan
menjadikan perbuatannya sia-sia.
Ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun dari Allah,
juga tidak dari makhluk yang ia bergantung kepadanya.

Allah berfirman, ertinya:
"Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka. Sekali-kali tidak, kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka." (Maryam: 81-82)

"Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah agar mereka mendapat pertolongan. Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka." (Yasin: 74-75)

Maka orang yang paling hina
adalah yang bergantung kepada selain Allah.

Ia seperti orang yang berteduh dari panas dan hujan
di bawah rumah laba-laba.
Dan rumah laba-laba
adalah rumah yang paling lemah dan rapuh.

Lebih dari itu,
secara umum,
asal dan pangkal syirik
adalah dibangun di atas ketergantungan kepada selain Allah.
Orang yang melakukannya adalah orang hina dan nista.

Allah berfirman, ertinya:

"Janganlah kamu adakan tuhan lain selain Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah)." (Al-Isra': 22)


Terkadang keadaan sebagian manusia tertindas tapi terpuji,
seperti mereka yang dipaksa dengan kebatilan.

Sebagian lagi terkadang tercela tapi menang,
seperti mereka yang berkuasa secara batil.

Sebagian lagi terpuji dan menang,
seperti mereka yang berkuasa dan berada dalam kebenaran.

Adapun orang yang bergantung kepada selain Allah (musyrik)
maka dia mendapatkan keadaan yang paling buruk
dari empat keadaan manusia,
yakni tidak terpuji dan tidak ada yang menolong.


Makanan??
Makanan perusak ada dua macam.

Pertama , merusak karena dzat/materinya, dan ia terbagi menjadi dua macam.

Yang diharamkan karena hak Allah,
seperti
bangkai,
darah,
anjing,
binatang buas yang bertaring
dan
burung yang berkuku tajam.

Kedua,
yang diharamkan karena hak hamba,
seperti
barang curian,
rampasan
dan
sesuatu yang diambil tanpa kerelaan pemiliknya,
baik karena paksaan,
malu
atau
takut terhina.

Kedua, merosak kerana melampaui ukuran dan takarannya.
Seperti berlebihan dalam hal yang halal,
kekenyangan kelewat batas.
Sebab yang demikian itu
membuatnya malas mengerjakan ketaatan,
sibuk terus-menerus
dengan urusan perut
untuk memenuhi hawa nafsunya.
Jika telah kekenyangan,
maka ia merasa berat
dan
kerananya ia mudah
mengikuti komando setan.

Setan masuk ke dalam diri manusia melalui aliran darah.
Puasa mempersempit aliran darah dan menyumbat jalannya setan.
Sedangkan kekenyangan memperluas aliran darah
dan
membuat setan betah tinggal berlama-lama.
Barangsiapa banyak makan dan minum,
niscaya
akan
banyak tidur
dan
banyak merugi.

Dalam sebuah hadits masyhur disebutkan:

"Tidaklah seorang anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk dari memenuhi perutnya (dengan makanan dan minuman). Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap (makanan) yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus dilakukan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk nafasnya." (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan Hakim, dishahihkan oleh Al-Albani).



Banyak tidur!??
Banyak tidur mematikan hati,
memenatkan badan,
menghabiskan waktu
dan
membuat lupa
serta
malas.

Di antara tidur itu
ada yang sangat dibenci,
ada yang berbahaya
dan sama sekali tidak bermanfaat.

Sedangkan tidur yang paling bermanfaat
adalah tidur saat sangat dibutuhkan.

Segera tidur pada malam hari lebih baik
dari tidur ketika sudah larut malam.

Tidur pada tengah hari (tidur siang) lebih baik
daripada tidur di pagi atau sore hari.

Bahkan tidur pada petang dan pagi hari
lebih banyak madharatnya
daripada manfaatnya.

Di antara tidur yang dibenci
adalah tidur antara shalat Shubuh dengan terbitnya matahari.

Sebab ia adalah waktu yang sangat strategis.
Sebab itu,
meskipun para ahli ibadah
telah melewatkan sepanjang malamnya untuk ibadah,
mereka tidak mau tidur pada waktu tersebut hingga matahari terbit.

Sebab waktu itu adalah awal dan pintu siang,
saat diturunkan
dan
dibagi-bagikannya rezeki,
saat diberikannya barakah.


Secara umum,
saat tidur yang paling tepat
dan
bermanfaat
adalah pada pertengahan pertama dari malam,
serta
pada seperenam bagian akhir malam,
atau sekitar lapan jam.

Dan itulah tidur yang baik menurut pada doktor.
Jika lebih
atau
kurang daripadanya
maka akan berpengaruh pada kebiasaan baiknya.

Termasuk tidur yang tidak bermanfaat
adalah
tidur pada awal malam hari,
setelah tenggelamnya matahari.

Dan ia termasuk tidur yang dibenci Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam .

Wallualam.

sumber : faralinaziz.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment

Assalamualaikum & Salam Sejahtera! Terima kasih atas kunjungan..Semoga ada manfaat bersama..Amin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jadual Kuliah Ustaz Azhar Idrus 2016

Jadual Kuliah Ustaz Azhar Idrus 2016

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More